Qartha.com
Agus Karta Parulian Panggabean

Gereja Terbaik

1. Menurut Alkitab di dalam Gereja terbaik hanya satu tuan, yakni Tuhan Debata. Jika ada dua tuan, yakni Tuhan Debata dan ompunta sijolojolo tubu, maka Gereja tersebut belum dapat dikategorikan sebagai Gereja terbaik. Karena jika sebuah Gereja memiliki dua tuan, maka Gereja tsb akan lebih mengasihi tuan B daripada tuan A. Buktinya: di kalangan orang Batak, adat no. 1 sedangkan Tuhan no. 3. Selain itu pembangunan tugu marak di bonapasogit dimulai tahun 1970-an, sedangkan pembangunan gedung Gereja dengan arsitektur megah dan mewah baru belakangan ini.

2.  Menurut Alkitab di dalam Gereja terbaik tidak ada perselisihan di antara sesama pelayan. Demikian juga antara pelayan dan jemaat serta diantara sesama jemaat. “Kamulah garam dan terang dunia”, begitu kata Alkitab.

3. Menurut Alkitab di dalam Gereja terbaik tidak ada pelayan dan jemaat yang diperbudak oleh jabatan-jabatan rohani dan non rohani. “Janganlah kamu gila hormat”, begitu kata Alkitab.

4. Menurut Alkitab di dalam Gereja terbaik tidak ada pelayan atau jemaat yang memuliakan dirinya. Hanya TUHANlah yang patut dipermuliakan.

Advertisement

5 Responses to “Gereja Terbaik”

  1. Kisahnya sangat menarik!! membuat kita agar lebih kuat menghadapi ujian dari Tuhan, yang akan berakhir degan baik….
    Moga ini menjadi pemicu bagi kita!!!
    Key!!!
    Horas,,,,,,,,,,,, GBU

  2. Shalom,
    Pada point 1 saya menemukan kata “Tuhan Debata” apakah ini maksudnya Allah Bapa? Jika Ya maka saya pribadi kurang setuju atas kata tersebut.
    Setahu saya sebelum Agama Kristen masuk tanah batak, kata debata sudah ada dan digunakan untuk memanggil “tuhan”nya leluhur orang batak. Nama Allah kita adalah “Yahwe” bahasa bataknya Jahoba.
    Kalau orang berdoa dan memanggil “debata” yang manakah yang akan datang? “debata” atau “Jahoba”?.

    JBU,
    Nelson
    Artikel : “Mari kita memeriksa diri kita” di
    http://www.nelson.4christ.info

  3. Sebelum saya jawab pertanyaan lae, perlu saya beritahukan pada lae bahwa muncul tulisan tsb diatas untuk menanggapi kerinduan sintua di gereja kami yang menginginkan agar gereja kami menjadi gereja yang terbaik. Namun pengertiannya tentang gereja terbaik masih dalam batas fisik, seperti: gedung gereja dengan arsitek yang megah dan indah, pendetanya jago berkhotbah (tapi pangalahonya nggak tau deh), pendeta yang jelek khotbahnya diusir dengan cara menelpon kantor pusat agar segera dipindahkan dari gereja kami, dll.

    1. Yang saya maksud dengan Tuhan Debata dalam tulisan saya tsb diatas adalah Tuhan Debata Sitolusada (Tuhan Allah Tritunggal).

    2. Benar lae. Sebelum Agama Kristen tiba di tanah Batak, ompunta na parjolo i sudah menggunakan kata “debata” untuk memanggil tuhannya. Pada saat menginjili, para missionaris pun tetap menggunakan kata Debata dalam menyebut Tuhan agar ompunta na parjolo i mengerti apa yang para missionaris maksud dengan Tuhan. Sebab jika mereka menggunakan kata “Gott” (bhs. Jermannya “Tuhan”), maka otomatis para missionaris itu akan ditolak mentah-mentah oleh para ompunta i. Sebab hal itu akan menimbulkan salah paham. Dikira ompunta i orang Jerman itu akan mengganti “debata”nya orang Batak dengan “Gott”nya orang Jerman.

  4. Setuju lae… Tambahan: Gereja terbaik menganut paham: Uited We stand in faith

  5. Setuju sekali, jangan kayak gereja itu…. heheheeh menghakimi lagi aku ehheeh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.